21 Des 2009

Bogor dalam kenangan

Fresh….br pulang habis DL 3 minggu sodara. Tumben mlh seger?....yoi… bimtek yg diikuti di kota Bogor kali ini banyak acara jln2 alias praktek lapangannya sodara.1 minggu full di kelas, 2 minggunya lg full muter kmana2. Acaranya padat tp santai, lebih menyentuh sasaran coz lebih aplikatif shg lebih memacu kreativitas, mnumbuhkan motivasi & memperkaya wawasan.

Outdoor kita antara lain ke Botani Squer, lab. Agribis IPB, Kebun Percontohan STTP Cibalagung, Sentra Pengolahan susu pasteurisasi & yogurt Cinagara, Sentra Beras SAE (Sehat Aman & Enak) Ciburuy & STA (Sentra Terminal Agribisnis) Cisarua. Wuiiih padat bukan? itu belum semua sodara, msh ditambah lagi jln2 cuci matanya, dari pagi ke kebun raya bogor, sorenya ke pusat kerajinan tas Tajur, malemnya ke Masjid Ta’awun di puncak raya Bogor.

Nah yg paling berkesan yaitu Masjid Ta’awun, menurut kisah berdirinya masjid ini adlh murni hasil sadaqoh seluruh warga kota Bogor dmn saat itu sang Bupati mensyaratkan msg2 kepala menyumbang sukarela sebesar 50 hgg 100 rupiah demi pendiriannya….luar biasa bukan? Lebih istimewanya lg yaitu lokasi masjid Ta’awun ini letaknya benar2 berada di puncak shg dari ketinggian itu kita bs menikmati lautan lampu di sepanjang lekak lekuk hamparan Bogor yg berpadu indah bersama taburan bintang di langit…wow amazing.

Aku takjub secara selain indahnya senja, aku plg suka menikmati hamparan lampu & taburan bintang di waktu malam. Indah & menenangkan. Itulah sebagian oleh2 perjalanan menakjubkan minggu lalu, penuh suka, tawa & canda. Sampai jumpa kawans dipertemuan berikutnya…..

28 Nov 2009

Lembur ...duh ngenes

di tengah syahdunya lantunan bedug & takbir
aku justru msh berkutat dg laptop & kertas
di kantor ini....di ruangan kerja...bersama mereka berdua
1 big bos & 1 teman senasib seperjuangan
apakah ini bs disebut korban?
korban nasib ato korban lemburan?
duh ngenese...
lebaran lebaran kok lembur

15 Nov 2009

Kota Gajah

1 hari penuh keliling-keliling kota
bersama teman & seluruh peserta
meneduhkan mata yg sdh lelah
setelah 1 minggu mengikuti padatnya acara
karena lg DL di sini....di Lampung kota Gajah

10 Nov 2009

aku bahagia

gak tau gimana menggambarkannya. yg pasti aku lg bahagia.....do u?

2 Nov 2009

Trully busy day

capek juga ternyata. mondar-mandir. bolak-balik. wara-wiri kayak setrikaan. tambah langsing rasanya

27 Okt 2009

Astaghfirullah

Mungkin zamannya yg sdh terbalik atau budayanya yg sudah berubah atau memang tingkah manusia saat ini yg mmg sdh terlalu berlebihan.

Kl dulu para lelaki yg biasanya menyatakan cinta duluan tapi sekarang ternyata sudah banyak perempuan yg tanpa malu-malu mengakui perasaannya duluan.

Kl dulu para lelaki yg bersemangat mengemis2 cinta seorang perempuan tetapi sekarang banyak wanita yg justru mengejar2 perhatian & mengharap2kan belaian sayang.

Kalau dulu para lelaki yg lebih dulu tergila2 & mabuk kepayang tapi sekarang banyak perempuan yg justru lebih dulu memuja2 & menjerit2 tak mampu melupakan.

Kl dulu para lelaki yg lebih sering salah arti atas perhatian seorang perempuan tapi sekarang banyak perempuan yg justru lebih sering merasa GR atas kebaikan seseorang.

Kalau dulu para lelaki yg lebih berani menatap lembut & membelai mesra pd pasangannya tapi sekarang banyak perempuan yg justru lebih brani bertutur halus lembut & menatap mesra sbg sebuah usaha.

Kl dulu para lelaki yg nekat menghilangkan nyawa karena cinta yg kandas di tengah jalan tapi sekarang banyak perempuan yg justru hancur luluh lalu memilih bunuh diri & mati krn cinta yg tak berbalas.

Kl dulu para lelaki yg lebih dulu melakukan pendekatan tapi sekarang banyak perempuan yg justru lebih berani bersikap manja & memancing2 perhatian.

Kl dulu para lelaki yg meminta2 untuk tidak diabaikan tapi sekarang banyak perempuan yg justru memohon2 untuk tidak dilupakan.

Kalau dulu para lelaki yg sangat gengsi atas sebuah kata “penolakan” tp sekarang banyak perempuan yg justru secara terbuka mengakui tidak ikhlas untuk “ditinggalkan”.

Kl dulu para lelaki yg lebih sering menunjukkan sikap “menginginkan” tapi sekarang banyak perempuan yg justru lebih berani memperlihatkan tanda2 bhw dia sgt “membutuhkan”.

Kalau dulu para lelaki yg tidak sungkan menceritakan impian & harapannya meski itu blm berada dlm genggaman tp sekarang banyak perempuan yg justru tanpa ragu mengumumkan halusinasi & khayalan masa depannya hanya untuk sekedar menghibur diri.

Kl dulu para lelaki mengartikan permohonan maaf sbg pertanda sang perempuan pamit untuk “pergi” tapi sekarang banyak perempuan yg justru meyakini permohonan maaf sbg pertanda bhw sang lelaki tak mau jg “meninggalkan”.

Kalau dulu para lelaki yg duluan berusaha & mencari2 tau perasaan wanita yg diidamkannya tapi sekarang banyak perempuan yg justru duluan merasa penasaran & mengorek2 perasaan lelaki yg ia inginkan.

Kalau dulu para lelaki yg sering sok PD mengakuinya sbg “pacar” pd perempuan yg belum tentu mau diakuinya tp sekarang banyak perempuan yg justru sudah berani menyebutnya sbg “kekasih” pd lelaki yg sangat ia maui pdhl ia tak pernah mengakui

Kalau dulu para lelaki yg tunggang langgang menyelidiki siapa lelaki dibalik perempuan yg diincarnya tapi sekarang banyak perempuan yg justru mati penasaran mencari tau duluan siapa wanita dibalik seorang lelaki yg diinginkan.

Kalau dulu para lelaki yg tak pernah menyerah mendapatkan hati seorang perempuan selagi masih ada kesempatan tapi sekarang banyak perempuan yg justru tetap nekad mengejar2 hati seorang lelaki yg ia tau sdh berada di tempat yg lain.

Kl dulu para lelaki yg rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta seorang perempuan tapi sekarang banyak perempuan yg justru rela mengorbankan kehormatan, keyakinan serta modal yg mahal utk mempermak diri habis2an demi mengejar lelaki impian.

Kl dulu para lelaki yg sering merasa kacau & kehilangan semangat krn hasrat yg salah tempat tapi sekarang banyak perempuan yg justru makan tak enak, tidur tak nyenyak, berfikir tak jenak, bernafas pun sesak karena tersiksa oleh harapan & rasa rindu pada tempat yg keliru.

Kl dulu para lelaki yg tetap bersikukuh saat perempuan menolak tanpa ragu tapi sekarang banyak perempuan yg justru terus mengejar & semakin memburu disaat sang lelaki tinggal terbungkam membisu krn tak tau lg cara utk menolak tanpa membuatnya malu.

Kl dulu para lelaki yg sungguh yakin tak akan dilepas oleh perempuan yg telah diikatnya tapi sekarang banyak perempuan yg justru aneh menghiba meminta dilepaskan dr belenggu ikatan thdp lelaki yg blm pernah mengikatnya dlm sebuah hubungan

Kl dulu para lelaki yg tetap nekad mengucap cinta tanpa perlu tau bagaimana perasaan si perempuan tapi sekarang banyak perempuan yg justru tanpa malu mengaku rindu & sayang pd lelaki yg ia sudah tau tak punya perasaan lebih apapun itu.

Kl dulu para lelaki yg justru tidak mau menjadi pecundang bagai menepuk air di dulang ktika merasa sudah tidak punya peluang tapi sekarang banyak perempuan yg justru merasa haqqul yakin bahwa dia tidak bertepuk sebelah tangan pd lelaki yg ia telah tau dg pasti hanya menganggapnya sbg teman.

*apakah ini yg disebut kemajuan? atau degradasi akhlak perempuan? Wallahu’alam

16 Okt 2009

jgn pancing emosiku

ingat!!!......
ku tak pernah marah tanpa sebab.........
tapi jgn skali-kali pancing jika tak kuat akan akibatnya......

14 Okt 2009

Antara bahagia & kalut

Akankah semua rencana berubah?
Akhir-akhir ini cepet bgt capek krasa......kepala terasa berat & badan terasa sakit semua. Teramat jarang ku mengeluh hanya karena raga, tapi untuk sekarang seperti terasa berbeda. apa bner ya aku lagi.....? semoga ini bukan sebuah pertanda.

13 Okt 2009

Vebi oh vebi

Pernahkah anda mencintai kendaraan yg anda punya melebihi segalanya? Ato justru pernahkah anda menzholimi kendaraan yg anda miliki melebihi batas kemampuannya?...wuiix terlalu hiperbolik kali ya… berlebihan deh bahasanya. Tp setidaknya kedua pernyataan itu cukup menggambarkan kejadian di bawah ini, Cuma saya cukup bingung memilih mana kalimat yg plg pas untuk mewakilinya….loh??

Si Vebi alias vespa biru yg sgt cantik & nyentrik itu sungguh sgt sgt dikagumi & disayangi oleh pemiliknya, mms. Sdh cukup lama ia menemani kemanapun pergi. Kemana-mana. Meskipun sebenarnya dia sdh cukup tua & lelah, tp karena majikannya jg sll merawatnya dg penuh cinta maka ia pun snantiasa setia & tak pernah tega untuk sekedar mengatakan tidak pd majikannya..halahlah.

Tapi apa yg terjadi jika si vebi yg sudah tua renta ini trs2an dipaksa sodara maka beginilah jadinya !







Hwa??? Kok bisa? Bisa sodara…. Itulah buktinya

Gimana ceritanya knp bs sampe begitu ya? Mau tau?? Begini ceritanya :

Satu hari menjelang lebaran pekerjaan sy di labor UGM belum jg tuntas. Cemas? Iyalah sodara, masa mau lebaran di lab...alangkah sedihnya sodara. Tp ajaib ternyata magrib akhirnya sy dapatkan hasil yg sdh cukup lumayan utk diperlihatkan ke sang Profesor. Dg suka cita lgsg sy telp beliau untuk memberitakan hasil tersebut, lah mlh beliau kaget & bilang “loh kamu msh di lab? Besok kan lebaran? Ya udah syukurlah kl gitu, habis lebaran saya lihat hasilnya di kampus”. Ya ampun pak pak saking sibuknya masa lupa kl maen2 ma DNA mana bisa ditinggal2 toh pak kecuali pas fase2 tertentu …tp ya maklumlah wong bliau jg nyambi jd Direktur pasca kok….ya wajarlah (hihi nenang2ke ati). Setelah beres2 di lab trs kita pulang kos, berbuka, magriban lanjut kita siap2 utk pulang. Berangkatlah kita bersama si vebi tersayang untuk berlebaran di rumah wonogiri tercinta bersama keluarga besar di sana.

Perjalanan kali ini msh sama seperti biasanya setiap kita pulang, sangatlah panjang & luama. Bayangkan secara normal mggunakan kendaraan sehat Jogja-Wonogiri sekitar 4 jam-an, lah ini kita ber-vebi-ria sodara (enak aja ya di blg sakit)…. jd g’perlu dibayangkan hrs brp jam pantat ini harus bergoyang….hahaha. Tapi sangat berbeda dg kesan2 perjalanan biasanya, malam itu sepanjang perjalanan sgtlah ruame & diiringi beduk serta gema takbir dimana2. Subhanallah teduh rasanya. Hilir mudik para pemudik memadati jln demikian juga dg hebohnya klakson mobil yg sliweran membawa para peserta pawai takbir keliling. Tumpah ruah, seru & syahdu. Inilah malam takbiran.

Jam 11 lewat br nyampe klaten sodara. mampir sebentar nganter hadiah lebaran buat ponakan mlh dikira mb’ kl kita mo lebaran di sana….hehehe kecele, dg hanya bs geleng2 sj stlh tau ternyata kita akan trs lanjut lg….tariiiik mang hihihi. Dan akhirnya nyampelah kita di rmh tercinta. Tp upss…knp tidak kedengaran lg suara atopun tanda2 kehidupan lainnya ya? semua sudah lelap tertidur diperaduannya sodara….& setelah dibukain pintu, masuk & melongok ke jam dinding di atas TV…pantes sajalah trnyata …si jarumnya sdh menunjuk ke stengah 2...oalah.

Setelah perjalanan panjang semalam, apakah petualangan si vebi sdh berakhir ?….belum sama sekali sodara. Weleh?? Iya, setelah shalat id di lapangan bersama warga 1 desa trs lebaran ke bbrp tetangga & sodara, si vebi di ajak kembali utk berlebaran keliling ke rmh sodara2 nun jauh di sana…pacitan sodara….ck…ck…ck.

Nah puncak peristiwa na’as itu terjadilah ketika si vebi sdg berusaha keras mendaki jalan yg lumayan menanjak ketika pulang dr anjang sana. Mmprryaang…si knal pot terlepas & jatuh dg suksesnya sodara…….hahaha. teramat sgt mengagetkan, bkn hanya bg yg numpak’i tp jg bagi pengendara kiri kanan laennya secara tiba2 seiring lepasnya knalpot itu suara si vebi lsgs berubah jd cempreng se cempreng-cemprengnya… troooototot…tot…tot… alamak pie iki…. Tp lg-lg sodara si vebi bknlah barang kesayangan kl sampe dicuekin, sang knalpot yg sdh tertinggal dibelakang pun dijemput lg & dibawa pulang dg harapan nanti bs kembali di pasang tp apadaya sampe rmh jg sdh larut malam jd ya sudahlah msh bs besok siang.. halahlah.

Keesokan harinya utak utik pun dimulai. cek sana cek sini, congkel sana congkel sini ternyata survey membuktikan bhw congor sang knalpot yg lebih mirip leher angsa itu sdh bengkang alias penyok bahkan ada bbrp bagiannya yg hilang sodara....oalah, maka tak lain & tak bukan diputuskan si vebi wajib check up ke bengkel terdekat. Tp berhubung suasana lebaran blm usai kesimpulannya berarti blm ada bengkel terdekat yg siap menampung jdilah si vebi barang tontanan mb2 & ponak2an yg dah mulai berdatangan. Yuh yuh ngenese.


Tapi bukan vebi yg nyentrik namanya kl gak bs bikin semua mata melirik padanya. Semua peduli atasnya & tak ada yg absen utk berkomentar. Adu argument & silang pendapat pun terjadi. Akhirnya vonis pun dijatuhkan si vebi hrs rawat inap di lokasi yg tepat. Dmn itu sodara? Di Klaten !.

Sore itu, tiba waktunya plg krn libur tlh usai. Satu tugas berat pun menanti. Apakah itu? Membawa pulang serta si vebi! Pake apa? Ditumpak’i !! lah bising teriakannya? Nikmati saja !

Start awal brangkat lgsg diiringi oleh gelegar suara si vebi yg beresonansi dg suara ibu, bpk, mas2, mbak2 & ponakan2 yg tertawa ngakak hwaqaqaq…doh isin'e. ya sudahlah dg tersipu malu kita pun berangkat. Bismillah.

Sungguh tak dinyana spanjang perjalanan plg kita pun bak artis masuk kota, dipandang & dikomentari “ini toh sumber suara aneh bin ajaib itu?” oalah. Sampai pd sebuah persimpangan lampu merah berhentilah kita tepat di samping sebuah mobil dg anak didalamnya yg lgsg spontan menjerit krn kuaget & serem mendengar suaranya. Ya ampun bnar2 berbahaya. Akhirnya tugasku berikutnya adl mengingatkan sll utk berhenti jauh dipinggir jln sj setiap bertempu lampu merah. Ck..ck…ck….ada-ada saja.

18 Sep 2009

H-1 or H-2

Rasanya terulang lg krancuan & kebingungan yg prnah terjadi bberapa thn silam. aku ingat waktu itu org2 kbingungan kpn hari lebaran ato mau ikut golongan apa untuk merayakan hari lebaran. lucu terkadang rasanya, aneh jg iya..tapi ya sudahlah dinikmati saja. toh justru kebenaran ada hanya pada Dia. detik-detik penentuan justru adalah saat-saat yg mendebarkan & juga bikin penasaran......seolah-olah sedang menunggu sebuah kejutan....surprise ternyata besok lebarannya!! ato hei saur...saur....besok masih puasa tau!! hahaha......blm jd donk pake baju barunya.

Dan sekarang hal itu terulang lg. ya tahun ini, tahun dimana aku pertamakalinya akan merasakan lebaran jauh dari rumah, tidak bersama adik, bpk & ibu nun jauh disana tapi jstru disini bersama keluargaku, ya keluarga yg baru tentunya. kembali kami dibuat penasaran "tanggal berapa ya lebarannya?" namun biarpun begitu, baik dulu maupun sekarang, mau lebaran bareng atau pun tidak tetap saja satu tradisi yg gk pernah berubah.....masak-masak tentunya hehe....

seperti saat ini meski bingung ini H-2 kek ato h-1 kek yg pasti hampir semua rumah sudah memulai prosesi masak-masak menu lebaran, semua dapur sudah mengepulkan asap beraroma lebaran entah sudah sejak berapa hari sebelumnya bahkan....masak kue kek, masak daging kek, bikin ketupat kek de el el......yg penting kapanpun lebarannya, makanan wajib hari lebaran tetap siap sedia..........kalo udah begini ya silahkan dinikmati saja.....selamat masak-masak ya

*tp kpn bs bantuin masaknya nih wong msh nyangkut disini*

17 Sep 2009

Mudik...

sebenarnya masih bingung jg ini H-2 or H-3 coz emang blm jelas sih lebarannya kapan. tapi yg pasti kost yg kudiamin di jogja ini dari 3 hari yg lalu dah song kosong. dari lantai 1 pe lantai 3 bersih tanpa manusia, lengang tanpa suara n sepi dari gelak & tawa. hmmm....serem juga sih mengingat 1 rumah 3 lantai segede ini hanya dakulah penguasa tunggalnya. tapi gpp jg, itung2 g'perlu rebutan oksigen ma cah kost yg seabrek itu...hehehe coz smuanya dah pada pulkam alias mudik ke tempat lahir beta smua.

Tapi....berhubung hingga hari ini kerjaanku belum tuntas juga, maka sampe detik inipun daku blm jg bs menyusul kpergian mereka....."mudik" uhuk...uhuk....sedihnya. Lah emg mo mudik ke mana? ke rumah ortu kah? wow tidak untuk kali ini.....spesial lebaran ini g'da acara terbang menyebrangi pulau menuju negaraku nun jauh di sana, tapi cukup di sini, di jawa. hehehe....di rmh siapa hayo???........coba tebak deh.....hehehe.

*tp bakal jd g'ya? scr blm jg ada tanda2 hasilnya ini, gaswat!!*

9 Sep 2009

Kasih bapak sepanjang jalan...Jogja

Sepulang nge-lab sore kemaren, aku dijemput seperti biasa. Sesuai rencana dr siangnya, malam itu kamipun berkunjung ke rumah keluarganya mas yudi (kakaknya mms) yg jg berada di Jogja. setelah asik bercerita panjang lebar bersama mas, istri, adek & mertuanya sambil nonton TV & makan suguhan bakso yg disajikan hangat, kami pun pamit pulang. Dengan berjalan santai sambil ngobrol (karena si vebi biasanya emg pelan) kami pun menikmati indahnya suasananya Jogja di waktu malam sambil menuju kos-kosan. Santai tanpa beban. Tapi betapa kagetnya saat melintasi jalan depan kopma UGM, tiba-tiba terlihat seorang bapak-bapak yg berjalan tertatih-tatih dengan ditopang sebuah tongkat kayu & menggendong satu tas ransel. Miris melihat pemandangan itu, kami pun berhenti setelah melewatinya. dengan niat ingin memberikan padanya sedikit uang untuk sekedar membeli makan, kami berbalik arah menuju bapak itu.

Sambil mms memasukkan uang ke kantongnya akupun bertanya "bapak mau kemana? tak disangka tak dinyana si Bapak menjawab "saya ingin mencari anak saya yang hilang". MasyaAllah.....kuaget mendengar jawabannya akhirnya kami tuntun bapak itu utk merapat lebih ke pinggir duduk bersama. Saat itu ternyata berhenti pula pasangan mahasiswa yg tanpa sengaja melihat & bermaksud memberikan bungkusan roti yg mereka bawa. Akhirnya kami berempat mengelilinginya dg segenap tanya di kepala. Sambil duduk menangis si bapak pun bercerita bahwa beliau telah kehilangan anaknya sjak 2 th yg lalu. Saat itu beliau bersama anaknya yg br berusia 4 tahun brangkat naek kereta menuju Jogja utk mengunjungi keluarga yg sakit. Tp tiba di stasiun Tugu Jogja, tiba2 beliau terpisah dg anaknya. Beliaupun mencari sekuat tenaga di tengah kerumunan manusia yg sdg berdesak-desakan turun & jg di tengah keramaian penumpang kreta lainnya. Tapi nihil, anaknya raib entah kemana.

Dlm kecemasan, beliaupun melaporkan pd petugas yg berjaga, namun setelah dibantu dalam proses pencarian hari itu hasilnya tetap tidak ada. akhirnya beliau disarankan utk sgr melaporkan pd pihak yg berwenang & menyerahkan pencarian berikutnya. Polisi pun mencatat pengaduannya, meminta bpk itu pulang & menjanjikan akan sgr mengabari stlh ada hasilnya. Tp setelah berbulan2 dalam penantian anaknya tak kunjung tiba, si bapak jatuh sakit & merasa hilang sudah harapannya. Setelah itu si bapak tidak lg tenang hanya diam duduk manis menunggu di rumah, beliaupun nekat berangkat mencari sendiri anaknya dg sgl kemampuan yg dia punya yaitu berjalan kaki di sepanjang kota Jogja. Astagfirullah. Dan sekarang tak terasa dg tubuh yg sdh tua &renta tak berdaya,ternyata sudah genap 2 tahun beliau berjalan di atas kedua kakinya. Wajar……jika badannya sdh begitu lemah & kakinya….masyaallah penuh luka & pincang krn tak kuat lg menopang badannya. Dan yg lebih pedih lg melihatnya krn hingga malam itu kami jumpai, beliau belum jg menemukan apa yg selama ini ia cari “sang anak tercinta”. La haulawala quwata illa billah.

Kami berempat kehabisan kata, tak tau harus berbuat apa. Akhirnya kami titipkan beliau ke pos polisi terdekat malam itu & kamipun berempat bersepakat utk pulang sambil berfikir apa yg hrs kami lakukan besok. Terbersit rencana dr kedua org teman kami itu utk memasukkan berita beliau ke Koran kampusnya shg aku pun mencatatkan biodatanya, sementara mms menelpon mb’Anna teman kantornya utk menanyakan kemungkinan bantuan kesehatan dr dokter kantor ataupun lembaga apapun yg bs mjd sumber bantuannya.

Esok paginya meski blm ada keputuskan rencana apa yg bs lebih dulu akan kami lakukan, aku pun berjalan menuju pos polisi dg maksud menghantarkan sarapan pagi kepada bapak yg semalam kami titipkan. Tp terkaget aku utk kesekian kalinya, ternyata pak polisi berkata sang bapak sdh menghilang entah kemana, sejak subuh beliau pergi tanpa pamit & tanpa pesan apa2. Aku pun ternganga. MasyaAllah…mungkinkah si bapak berfikir tidak akan pernah ia membiarkan tubuhnya istirahat barang sejenak selagi anaknya blm kembali ke dalam pelukannya? Allahuakbar menjerit hati ini memohon….dg segala kuasaMu, temukanlah mereka segera Ya Allah.

28 Agt 2009

Alhamdulillah


jika kutelusuri lg ke belakang sederetan panjang perjalanan hidup yg sudah kulalui
ternyata tak satupun ucapan yg bisa kutasbihkan selain kata syukur
terlalu banyak harap yg tercipta lewat doaku
terlalu banyak nikmat yg kudapat tanpa kuminta
bahkan terlalu banyak hal yg terjadi diluar rencanaku
namun dibalas dgn hikmah yg lebih indah dari yg kuduga.
Subhanallah.....Allahuakbar.....
sungguh tak bisa ku reka besarnya kuasaMu
sungguh tak bisa kira luasnya anugrahMu
kini ku tau kenapa aku hrs melewati semua hal di belakangku
karena memang ternyata semua rencanaMu ini sangat indah
......terlalu indah.....
dan
aku bahagia
Alhamdulillah

6 Agt 2009

Tertegun

Sejenak setelah mendengarkan wejangan keluarga besar hari ini, melayang ingatanku ke suatu masa dmn pernah kugoreskan ini dg segenap rasa & air mata. kini dalam hati berbisik menyesal rasanya pernah terfikir menuliskannya.

Sebuah Elegi

Di beranda ini angin tak kedengaran lg. langit terlepas, ruang menunggu malam hari

Ku dengar angin mendesak ke arah kita. Aku berkata “pergilah sebelum malam tiba”

Di kejauhan sayup irama menyayat, di luar…detik & waktu telah berangkat

Sebelum bait pertama, sebelum selesai kata, sebelum hari tau kemana lg akan tiba.

Aku pun tahu sepimu…sepi kita semula, bersiap kecewa, bersedih tanpa kata.

Pohon2 berbagi duka di luar jendela, mengharapkan esok yg mgkn tak ada.

Sekali lg ku berkata “pergi…pergilah !! dg sabar & tabah.


Dan akhirnya...

Dlm hening dlm sepinya malam, terasa ada yg menggigit dinding2 hati. Melecut khayal utk melanglang mengarungi alunan mimpi, tentang kita….pd jarak yg terentang & hanya ada satu nuansa yg menyatu. Pd langit yg sama membiru …langitku langitmu. pd hati yg sama merindu. Menapak titian penantian kapankah berakhir? Kuingin berlari menembus padang ilalang yg terbentang. Usah pedulikan hujan & badai pun angin & gerimis. Pd sepi pagi & sunyi malam yg mengelam. Pd semua…

Tapi pantaskah kupersetankan semua itu demi satu rasa yg plg hakiki. Demi rasa itu….rasa yg tumbuh & mengalir tenang begitu saja. Rasa yg hadir tanpa kita sadari awalnya & rasa yg kian detik kian mengikat batin kita.

Haruskah kukorbankan perasaannya demi sebuah hasrat yg menggebu? Hasrat kita…Ah..tentu dg tegas kau akan menggeleng & blg tidak. Aku pun pasti jg bilang tidak…..

Dan kini telah kucoba buktikan aku rela menjauh darimu….aku rela menahan rindu…demi kau, demi dia…demi hati yg di sana, demi titian masa depan kalian berdua.


*trimakasih mas2 & mbak2ku

tlh sll turut menyertai langkah kami

tlh turut menemani dalam sgl tawa & tangis kami

tlh ikut menenangkan batin ini bhw tak ada yg perlu dikhawatirkan

tlh ikut membukakan mata ini bhw keputusanku yg dulu adalah salah & keliru

tlh ikut meyakinkan hati ini bhw kalian, kami & kita adalah masih satu

maafkan jk tak mudah kupercaya dr awal cerita kalian
lebih krn ku perlu waktu tuk meyakinkan diri
hingga akhirnya kini ku dapatkan
bahwa TIDAK katamu....
adlh TIDAK perlu ada yg dikorbankan krn dia hanyalah temanmu
orang lain yg berada di luar kita “aku & kamu” begitu tegasmu sll
Mengingat itu snantiasa membuatku bersyukur

Semoga aku, kamu & keluarga kita sll memetik hikmah dibalik setiap rencanaNya

amin....