28 Agt 2009

Alhamdulillah


jika kutelusuri lg ke belakang sederetan panjang perjalanan hidup yg sudah kulalui
ternyata tak satupun ucapan yg bisa kutasbihkan selain kata syukur
terlalu banyak harap yg tercipta lewat doaku
terlalu banyak nikmat yg kudapat tanpa kuminta
bahkan terlalu banyak hal yg terjadi diluar rencanaku
namun dibalas dgn hikmah yg lebih indah dari yg kuduga.
Subhanallah.....Allahuakbar.....
sungguh tak bisa ku reka besarnya kuasaMu
sungguh tak bisa kira luasnya anugrahMu
kini ku tau kenapa aku hrs melewati semua hal di belakangku
karena memang ternyata semua rencanaMu ini sangat indah
......terlalu indah.....
dan
aku bahagia
Alhamdulillah

6 Agt 2009

Tertegun

Sejenak setelah mendengarkan wejangan keluarga besar hari ini, melayang ingatanku ke suatu masa dmn pernah kugoreskan ini dg segenap rasa & air mata. kini dalam hati berbisik menyesal rasanya pernah terfikir menuliskannya.

Sebuah Elegi

Di beranda ini angin tak kedengaran lg. langit terlepas, ruang menunggu malam hari

Ku dengar angin mendesak ke arah kita. Aku berkata “pergilah sebelum malam tiba”

Di kejauhan sayup irama menyayat, di luar…detik & waktu telah berangkat

Sebelum bait pertama, sebelum selesai kata, sebelum hari tau kemana lg akan tiba.

Aku pun tahu sepimu…sepi kita semula, bersiap kecewa, bersedih tanpa kata.

Pohon2 berbagi duka di luar jendela, mengharapkan esok yg mgkn tak ada.

Sekali lg ku berkata “pergi…pergilah !! dg sabar & tabah.


Dan akhirnya...

Dlm hening dlm sepinya malam, terasa ada yg menggigit dinding2 hati. Melecut khayal utk melanglang mengarungi alunan mimpi, tentang kita….pd jarak yg terentang & hanya ada satu nuansa yg menyatu. Pd langit yg sama membiru …langitku langitmu. pd hati yg sama merindu. Menapak titian penantian kapankah berakhir? Kuingin berlari menembus padang ilalang yg terbentang. Usah pedulikan hujan & badai pun angin & gerimis. Pd sepi pagi & sunyi malam yg mengelam. Pd semua…

Tapi pantaskah kupersetankan semua itu demi satu rasa yg plg hakiki. Demi rasa itu….rasa yg tumbuh & mengalir tenang begitu saja. Rasa yg hadir tanpa kita sadari awalnya & rasa yg kian detik kian mengikat batin kita.

Haruskah kukorbankan perasaannya demi sebuah hasrat yg menggebu? Hasrat kita…Ah..tentu dg tegas kau akan menggeleng & blg tidak. Aku pun pasti jg bilang tidak…..

Dan kini telah kucoba buktikan aku rela menjauh darimu….aku rela menahan rindu…demi kau, demi dia…demi hati yg di sana, demi titian masa depan kalian berdua.


*trimakasih mas2 & mbak2ku

tlh sll turut menyertai langkah kami

tlh turut menemani dalam sgl tawa & tangis kami

tlh ikut menenangkan batin ini bhw tak ada yg perlu dikhawatirkan

tlh ikut membukakan mata ini bhw keputusanku yg dulu adalah salah & keliru

tlh ikut meyakinkan hati ini bhw kalian, kami & kita adalah masih satu

maafkan jk tak mudah kupercaya dr awal cerita kalian
lebih krn ku perlu waktu tuk meyakinkan diri
hingga akhirnya kini ku dapatkan
bahwa TIDAK katamu....
adlh TIDAK perlu ada yg dikorbankan krn dia hanyalah temanmu
orang lain yg berada di luar kita “aku & kamu” begitu tegasmu sll
Mengingat itu snantiasa membuatku bersyukur

Semoga aku, kamu & keluarga kita sll memetik hikmah dibalik setiap rencanaNya

amin....

1 Agt 2009

feeling so blue

termangu di puncak siang

saat sinar kuning jatuh lurus menyentuh bumi

lewat jalinan pokok-pokok daun muda

menembus kisi-kisi jendela, baris pagar usang & rimbunan daun kelapa

pandangan berhenti pada semu kenangan hari kemarin

kembali melagu syair2 bersama

kala mata dapat saling bertukar rasa

& kedekatan mengalirkan selaksa asih yg kita punya

Sesaat…

Hangat menerpa ruang2 jiwa

Mekarkan hijau butir rindu dalam semaian

& aku terpaku berselubung sendu

lalu lirih…ke eja namamu


*di tengah mereka aku sll makin rindu...cepet plg ya