9 Sep 2009

Kasih bapak sepanjang jalan...Jogja

Sepulang nge-lab sore kemaren, aku dijemput seperti biasa. Sesuai rencana dr siangnya, malam itu kamipun berkunjung ke rumah keluarganya mas yudi (kakaknya mms) yg jg berada di Jogja. setelah asik bercerita panjang lebar bersama mas, istri, adek & mertuanya sambil nonton TV & makan suguhan bakso yg disajikan hangat, kami pun pamit pulang. Dengan berjalan santai sambil ngobrol (karena si vebi biasanya emg pelan) kami pun menikmati indahnya suasananya Jogja di waktu malam sambil menuju kos-kosan. Santai tanpa beban. Tapi betapa kagetnya saat melintasi jalan depan kopma UGM, tiba-tiba terlihat seorang bapak-bapak yg berjalan tertatih-tatih dengan ditopang sebuah tongkat kayu & menggendong satu tas ransel. Miris melihat pemandangan itu, kami pun berhenti setelah melewatinya. dengan niat ingin memberikan padanya sedikit uang untuk sekedar membeli makan, kami berbalik arah menuju bapak itu.

Sambil mms memasukkan uang ke kantongnya akupun bertanya "bapak mau kemana? tak disangka tak dinyana si Bapak menjawab "saya ingin mencari anak saya yang hilang". MasyaAllah.....kuaget mendengar jawabannya akhirnya kami tuntun bapak itu utk merapat lebih ke pinggir duduk bersama. Saat itu ternyata berhenti pula pasangan mahasiswa yg tanpa sengaja melihat & bermaksud memberikan bungkusan roti yg mereka bawa. Akhirnya kami berempat mengelilinginya dg segenap tanya di kepala. Sambil duduk menangis si bapak pun bercerita bahwa beliau telah kehilangan anaknya sjak 2 th yg lalu. Saat itu beliau bersama anaknya yg br berusia 4 tahun brangkat naek kereta menuju Jogja utk mengunjungi keluarga yg sakit. Tp tiba di stasiun Tugu Jogja, tiba2 beliau terpisah dg anaknya. Beliaupun mencari sekuat tenaga di tengah kerumunan manusia yg sdg berdesak-desakan turun & jg di tengah keramaian penumpang kreta lainnya. Tapi nihil, anaknya raib entah kemana.

Dlm kecemasan, beliaupun melaporkan pd petugas yg berjaga, namun setelah dibantu dalam proses pencarian hari itu hasilnya tetap tidak ada. akhirnya beliau disarankan utk sgr melaporkan pd pihak yg berwenang & menyerahkan pencarian berikutnya. Polisi pun mencatat pengaduannya, meminta bpk itu pulang & menjanjikan akan sgr mengabari stlh ada hasilnya. Tp setelah berbulan2 dalam penantian anaknya tak kunjung tiba, si bapak jatuh sakit & merasa hilang sudah harapannya. Setelah itu si bapak tidak lg tenang hanya diam duduk manis menunggu di rumah, beliaupun nekat berangkat mencari sendiri anaknya dg sgl kemampuan yg dia punya yaitu berjalan kaki di sepanjang kota Jogja. Astagfirullah. Dan sekarang tak terasa dg tubuh yg sdh tua &renta tak berdaya,ternyata sudah genap 2 tahun beliau berjalan di atas kedua kakinya. Wajar……jika badannya sdh begitu lemah & kakinya….masyaallah penuh luka & pincang krn tak kuat lg menopang badannya. Dan yg lebih pedih lg melihatnya krn hingga malam itu kami jumpai, beliau belum jg menemukan apa yg selama ini ia cari “sang anak tercinta”. La haulawala quwata illa billah.

Kami berempat kehabisan kata, tak tau harus berbuat apa. Akhirnya kami titipkan beliau ke pos polisi terdekat malam itu & kamipun berempat bersepakat utk pulang sambil berfikir apa yg hrs kami lakukan besok. Terbersit rencana dr kedua org teman kami itu utk memasukkan berita beliau ke Koran kampusnya shg aku pun mencatatkan biodatanya, sementara mms menelpon mb’Anna teman kantornya utk menanyakan kemungkinan bantuan kesehatan dr dokter kantor ataupun lembaga apapun yg bs mjd sumber bantuannya.

Esok paginya meski blm ada keputuskan rencana apa yg bs lebih dulu akan kami lakukan, aku pun berjalan menuju pos polisi dg maksud menghantarkan sarapan pagi kepada bapak yg semalam kami titipkan. Tp terkaget aku utk kesekian kalinya, ternyata pak polisi berkata sang bapak sdh menghilang entah kemana, sejak subuh beliau pergi tanpa pamit & tanpa pesan apa2. Aku pun ternganga. MasyaAllah…mungkinkah si bapak berfikir tidak akan pernah ia membiarkan tubuhnya istirahat barang sejenak selagi anaknya blm kembali ke dalam pelukannya? Allahuakbar menjerit hati ini memohon….dg segala kuasaMu, temukanlah mereka segera Ya Allah.

28 Agu 2009

Alhamdulillah


jika kutelusuri lg ke belakang sederetan panjang perjalanan hidup yg sudah kulalui
ternyata tak satupun ucapan yg bisa kutasbihkan selain kata syukur
terlalu banyak harap yg tercipta lewat doaku
terlalu banyak nikmat yg kudapat tanpa kuminta
bahkan terlalu banyak hal yg terjadi diluar rencanaku
namun dibalas dgn hikmah yg lebih indah dari yg kuduga.
Subhanallah.....Allahuakbar.....
sungguh tak bisa ku reka besarnya kuasaMu
sungguh tak bisa kira luasnya anugrahMu
kini ku tau kenapa aku hrs melewati semua hal di belakangku
karena memang ternyata semua rencanaMu ini sangat indah
......terlalu indah.....
dan
aku bahagia
Alhamdulillah

6 Agu 2009

Tertegun

Sejenak setelah mendengarkan wejangan keluarga besar hari ini, melayang ingatanku ke suatu masa dmn pernah kugoreskan ini dg segenap rasa & air mata. kini dalam hati berbisik menyesal rasanya pernah terfikir menuliskannya.

Sebuah Elegi

Di beranda ini angin tak kedengaran lg. langit terlepas, ruang menunggu malam hari

Ku dengar angin mendesak ke arah kita. Aku berkata “pergilah sebelum malam tiba”

Di kejauhan sayup irama menyayat, di luar…detik & waktu telah berangkat

Sebelum bait pertama, sebelum selesai kata, sebelum hari tau kemana lg akan tiba.

Aku pun tahu sepimu…sepi kita semula, bersiap kecewa, bersedih tanpa kata.

Pohon2 berbagi duka di luar jendela, mengharapkan esok yg mgkn tak ada.

Sekali lg ku berkata “pergi…pergilah !! dg sabar & tabah.


Dan akhirnya...

Dlm hening dlm sepinya malam, terasa ada yg menggigit dinding2 hati. Melecut khayal utk melanglang mengarungi alunan mimpi, tentang kita….pd jarak yg terentang & hanya ada satu nuansa yg menyatu. Pd langit yg sama membiru …langitku langitmu. pd hati yg sama merindu. Menapak titian penantian kapankah berakhir? Kuingin berlari menembus padang ilalang yg terbentang. Usah pedulikan hujan & badai pun angin & gerimis. Pd sepi pagi & sunyi malam yg mengelam. Pd semua…

Tapi pantaskah kupersetankan semua itu demi satu rasa yg plg hakiki. Demi rasa itu….rasa yg tumbuh & mengalir tenang begitu saja. Rasa yg hadir tanpa kita sadari awalnya & rasa yg kian detik kian mengikat batin kita.

Haruskah kukorbankan perasaannya demi sebuah hasrat yg menggebu? Hasrat kita…Ah..tentu dg tegas kau akan menggeleng & blg tidak. Aku pun pasti jg bilang tidak…..

Dan kini telah kucoba buktikan aku rela menjauh darimu….aku rela menahan rindu…demi kau, demi dia…demi hati yg di sana, demi titian masa depan kalian berdua.


*trimakasih mas2 & mbak2ku

tlh sll turut menyertai langkah kami

tlh turut menemani dalam sgl tawa & tangis kami

tlh ikut menenangkan batin ini bhw tak ada yg perlu dikhawatirkan

tlh ikut membukakan mata ini bhw keputusanku yg dulu adalah salah & keliru

tlh ikut meyakinkan hati ini bhw kalian, kami & kita adalah masih satu

maafkan jk tak mudah kupercaya dr awal cerita kalian
lebih krn ku perlu waktu tuk meyakinkan diri
hingga akhirnya kini ku dapatkan
bahwa TIDAK katamu....
adlh TIDAK perlu ada yg dikorbankan krn dia hanyalah temanmu
orang lain yg berada di luar kita “aku & kamu” begitu tegasmu sll
Mengingat itu snantiasa membuatku bersyukur

Semoga aku, kamu & keluarga kita sll memetik hikmah dibalik setiap rencanaNya

amin....

1 Agu 2009

feeling so blue

termangu di puncak siang

saat sinar kuning jatuh lurus menyentuh bumi

lewat jalinan pokok-pokok daun muda

menembus kisi-kisi jendela, baris pagar usang & rimbunan daun kelapa

pandangan berhenti pada semu kenangan hari kemarin

kembali melagu syair2 bersama

kala mata dapat saling bertukar rasa

& kedekatan mengalirkan selaksa asih yg kita punya

Sesaat…

Hangat menerpa ruang2 jiwa

Mekarkan hijau butir rindu dalam semaian

& aku terpaku berselubung sendu

lalu lirih…ke eja namamu


*di tengah mereka aku sll makin rindu...cepet plg ya